Lompat ke isi

Halaman Utama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Artikel pilihan

Pemandangan Gunung Samalas beserta Gunung Rinjani

Pada tahun 1257, terjadi sebuah letusan dahsyat di Samalas, sebuah gunung berapi yang terletak di pulau Lombok, Indonesia. Peristiwa ini diperkirakan memiliki Indeks Daya Ledak Vulkanik sebesar 7, menjadikannya salah satu letusan gunung berapi terbesar pada kala Holosen. Letusan tersebut menghasilkan sebuah kaldera besar yang kini menampung Danau Segara Anak. Aktivitas vulkanik berikutnya kemudian membentuk pusat-pusat erupsi baru di dalam kaldera itu, termasuk kerucut Barujari yang masih aktif hingga kini. Letusan Samalas menciptakan kolom erupsi yang menjulang puluhan kilometer ke atmosfer dan menghasilkan aliran piroklastik yang menimbun sebagian besar wilayah Lombok serta melintasi laut hingga mencapai pulau tetangga, Sumbawa. Aliran tersebut menghancurkan berbagai permukiman manusia, termasuk kota Pamatan, ibu kota kerajaan yang pernah berdiri di Lombok. Abu vulkanik dari letusan ini jatuh sejauh 340 kilometer (210 mi) hingga ke Jawa; gunung ini memuntahkan lebih dari 10 kilometer kubik (2,4 cu mi) batuan dan abu vulkanik. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Muhammad IV dari GranadaBungaPanda merah

Peristiwa terkini

John Ternus
John Ternus

Tahukah Anda

{{{title}}}
  • "... bahwa Judit Polgár (gambar) adalah pecatur wanita terbaik sepanjang masa?"
  • "... bahwa Buku Iqro juga digunakan untuk belajar membaca Al-Qur'an di Malaysia?
  • "... bahwa di Sejm (Parlemen) Persemakmuran Polandia-Lituania, terdapat hak veto yang disebut liberum veto, yang dianggap dapat melumpuhkan proses pengambilan keputusan karena penolakan dari satu anggota saja dapat menggagalkan suatu rancangan undang-undang? Orang tersebut hanya perlu berteriak "Sisto activitatem!" atau "Nie pozwalam!" untuk melakukannya."
  • "... bahwa masatia adalah praktik pemakaman religius yang pernah dilangsungkan di Pulau Bali ketika wanita dari keluarga kerajaan yang baru saja menjadi janda membakar diri di atas api kremasi suaminya?"

Tantangan kolaborasi

Kolaborasi artikel baru

Wikipedia membutuhkan artikel-artikel berikut. Mari bersama-sama merintisnya pada April 2026.

Tantangan kolaborasi
Hasil kolaborasi terbaru
Panduan menerjemahkan artikel · Arsip halaman yang telah dibuat

Hari ini dalam sejarah

24 April: Hari Republik di Gambia (1970)

Hubble"}">{{{title}}}
Hubble

Tanggal lain: 23 April 24 April 25 April

Hari ini tanggal 24 April 2026 (UTC) Muat ulang

Gambar pilihan

Efek Fujiwara, ketika dua siklon saling menarik dan memengaruhi pergerakannya. Citra satelit ini memperlihatkan kedekatan kedua badai yang menyebabkan perubahan lintasan Parma di atas Luzon."}">Badai Topan Parma berubah arah pada 6 Oktober 2009 setelah dipengaruhi oleh Topan Melor yang jauh lebih kuat, menunjukkan interaksi antarsistem badai di wilayah Filipina. Fenomena ini dikenal sebagai Efek Fujiwara, ketika dua siklon saling menarik dan memengaruhi pergerakannya. Citra satelit ini memperlihatkan kedekatan kedua badai yang menyebabkan perubahan lintasan Parma di atas Luzon.
Badai Topan Parma berubah arah pada 6 Oktober 2009 setelah dipengaruhi oleh Topan Melor yang jauh lebih kuat, menunjukkan interaksi antarsistem badai di wilayah Filipina. Fenomena ini dikenal sebagai Efek Fujiwara, ketika dua siklon saling menarik dan memengaruhi pergerakannya. Citra satelit ini memperlihatkan kedekatan kedua badai yang menyebabkan perubahan lintasan Parma di atas Luzon.
(ukuran asli: 10.200 × 7.600 piksel, 7,56 MB)

Oleh: NASA/MODIS Rapid Response Team/NASA GSFC, diunggah oleh Atmoz dan Tryphon
Lisensi: Domain umum