Lompat ke isi

Halaman Utama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
798.940 artikel dalam bahasa Indonesia.
5.037 penyunting aktif.

Artikel pilihan

Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI adalah judul film dokudrama propaganda Indonesia tahun 1984. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Arifin C Noer, diproduseri oleh G. Dwipayana, dan dibintangi Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Syubah Asa. Diproduksi selama dua tahun dengan anggaran sebesar Rp. 800 juta kala itu, film ini disponsori oleh pemerintahan Orde Baru Soeharto. Film ini dibuat berdasarkan pada versi resmi menurut pemerintah kala itu dari peristiwa "Gerakan 30 September" atau "G30S" (peristiwa percobaan kudeta pada tahun 1965) yang ditulis oleh Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh, yang menggambarkan peristiwa kudeta ini didalangi oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: The Sinking of the Lusitania – Chrisye – Archaeopteryx

Peristiwa terkini

Ario Seto
Ario Seto

Tahukah Anda

  • "... bahwa silo merupakan bangunan yang digunakan untuk menyimpan bahan curah seperti biji-bijian hasil pertanian, gula, batu bara, dan semen?"
  • "... bahwa menurut survei, 1,2% penduduk Jepang pernah mengalami hikikomori, yaitu menolak untuk keluar dari rumah dan mengisolasi diri mereka dari masyarakat dengan terus menerus berada di dalam rumah?"
  • "... bahwa alat pengukur gula darah, yang menggunakan enzim untuk memecah gula, tergolong sebagai biosensor karena memadukan komponen biologis dengan detektor fisika-kimia?"
  • "... bahwa media massa menyebut serangkaian kemalangan yang melibatkan anggota keluarga Kennedy, keluarga yang anggotanya banyak berpengaruh dalam politik Amerika Serikat, sebagai kutukan Kennedy?"

Hari ini dalam sejarah

4 Oktober: Hari perayaan St. Fransiskus dari Asisi (Katolik)

{{{title}}}
Replika Sputnik I

Tanggal lain: 3 Oktober – 4 Oktober – 5 Oktober

Hari ini tanggal 4 Oktober 2026 (UTC) – Muat ulang

Gambar pilihan

Festival menangkap ikan merupakan salah satu tradisi lama di Bangladesh yang masih lestari hingga kini. Ratusan warga desa dan nelayan berpartisipasi secara spontan menggunakan alat tangkap dari bambu, berdiri di air setinggi lutut sambil sejenak melupakan penatnya musim panas.
Festival menangkap ikan merupakan salah satu tradisi lama di Bangladesh yang masih lestari hingga kini. Ratusan warga desa dan nelayan berpartisipasi secara spontan menggunakan alat tangkap dari bambu, berdiri di air setinggi lutut sambil sejenak melupakan penatnya musim panas.
(ukuran asli: 5.464 × 3.640 piksel, 13,35 MB)

Oleh: Azimronnie
Lisensi: CC BY-SA 4.0