Lompat ke isi

Halaman Utama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Artikel pilihan

Naskah Piagam Jakarta yang ditulis dengan menggunakan Ejaan yang Disempurnakan. Kalimat yang mengandung "tujuh kata" yang terkenal dicetak tebal dalam gambar ini

Piagam Jakarta adalah rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Rancangan ini dirumuskan oleh Panitia Sembilan Badan Penyelidikan Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) di Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945. Piagam ini mengandung lima sila yang menjadi bagian dari ideologi Pancasila, tetapi pada sila pertama juga tercantum frasa "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya". Frasa ini, yang juga dikenal dengan sebutan "tujuh kata", pada akhirnya dihapus dari Pembukaan UUD 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Pada 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengumumkan dalam Dekret Presiden (yang menyatakan kembali ke UUD 1945) bahwa Piagam Jakarta "menjiwai" UUD 1945 dan "merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan konstitusi tersebut". Makna dari kalimat ini sendiri terus memantik kontroversi sesudah dekret tersebut dikeluarkan. Kelompok kebangsaan merasa bahwa kalimat ini sekadar mengakui Piagam Jakarta sebagai suatu dokumen historis, sementara kelompok Islam meyakini bahwa dekret tersebut memberikan kekuatan hukum kepada "tujuh kata" dalam Piagam Jakarta, dan atas dasar ini mereka menuntut pengundangan hukum Islam khusus untuk Muslim. (Selengkapnya...)

Peristiwa terkini

Chelsie Monica
Chelsie Monica

Tahukah Anda

Hari ini dalam sejarah

22 Juni: Hari Guru di El Salvador

Tanggal lain: 21 Juni 22 Juni 23 Juni

Hari ini tanggal 22 Juni 2026 (UTC) Muat ulang

Gambar pilihan

Anak-anak Suku Banna di Ethiopia dengan lukisan tubuh tradisional sedang bermain menggunakan egrang kayu. Aktivitas ini mencerminkan ekspresi budaya dan permainan tradisional yang masih lestari.
Anak-anak Suku Banna di Ethiopia dengan lukisan tubuh tradisional sedang bermain menggunakan egrang kayu. Aktivitas ini mencerminkan ekspresi budaya dan permainan tradisional yang masih lestari.
(ukuran asli: 5.232 × 3.488 piksel, 630 KB)

Oleh: WAVRIK
Lisensi: CC BY-SA 4.0